Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Hakikat Belajar dan Pembelajaran II

Neicytekno   - (1) Hakikat dari belajar adalah suatu kegiatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang permanen dalam prilaku sebagai buah dari pengalaman atau latihan yang diperkuat dengan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas atau kemampuan dalam memahami apa yang diajarkan. Timbulnya kapabilitas dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, Stimulasi yang berasal dari Lingkungan dan Proses Kognitif yang dilakukan oleh pelajar. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai.  Pembelajaran Mengandung makna adanya suatu kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan oleh seorang guru sebagai pengajar dan murid sebagai orang yang menerima pembelajaran (interaksi guru dan murid) dengan berorientasi kepada pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai sarana pembelajaran. Proses pembelajaran akan mencakup beberapa komponen lainnya seperti media, kurikulum, dan pasilitas yang digunakannya.
Sehingga peran guru sangat bedibutuhkan dalam proses belajar dan pembelajaran sebagai penentu dalam mengimplementasikan suatu strategi pembejaran, seorang guru bertugas sebagai pendidik dan pengajar, sebagai pemimpin, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai pengelola pembelajaran.
Hakikat Belajar & Pembelajaran
Hakikat Belajar & Pembelajaran


(2) Pembelajaran sebagai suatu sistem dan belajar sebagai suatu proses.

     Pembelajaran sebagai sistem disini adalah suatu kegiatan yang dilakukan olehguru secara instruksional sebagai penyedia sumber belajar, dimana sistem pembelajaran ini diharapkan akan mengasilkan suatu output atau hasil dari proses. Prores pada sistem pembelajaran adalah belajar dimana komponen-komponennya adalah siswa, materi, kurikulum, modia pembelajaran, fasilitas pembelajar, serta perlengkapan lain seperti perencanaan pembelajaran.
Dalam belajar dan pembelajaran siswa haruslah memiliki motivasi sebagai pendorong dirinya untuk mencapai suatu keinginan tertentu, hasrat, cita-cita, penghargaan, presetasi, atau lingkungan belajar yang konsdusif. Menurut Slameto (2010: 26), motivasi belajar dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu:
  1. Dorongan kognitif, yaitu kebutuhan untuk mengetahuhi, mengerti, dan memecahkan masalah. Dorongan ini timbul di dalam proses interaksi antara siswa dengan tugas/ masalah.
  2. Harga diri, yaitu ada siswa tertentu yang tekun belajar dan melaksanakan tugas-tugas bukan terutama untuk memperoleh pengetahuan atau kecakapan, tetapi untuk memperoleh status dan harga diri. 
  3. Kebutuhan berafiliasi, yaitu kebutuhan untuk menguasai bahan pelajaran/ belajar dengan niat guna mendapatkan pembenaran dari orang lain/ teman-teman. Kebutuhan ini sukar dipisahkan dengan harga diri.

(3)   Permasalahan Pendidikan di Indonesia

    Perjalanan pendidikan di Indonesia memanglah tidak berjalan mulus seperti apa yang diharapkan, sistem kurikulum yang berubah seiring dengan pergantiannya pemimpin, hingga anggaran bantuan pendidikan pemerintah untuk rakyat yang membutuhkan belum 100% tepat sasaran, terlebih lagi pandemi yang tak kunjung usai memaksa kita untuk merubah konsep pembelajaran menjadi home-schooling yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan menjadi arus utama dalam sistem pembelajran nasional, meskipun di beberapa universitas terbuka sudah banyak yang menerapkan sistem home-schooling atau online learning. Kurangnya persiapan karena tidak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini, banyak sekali problema yang dialami masyarakat dari mulai ketersediaan jaringan, kuota, perangkat yang digunakan, cara menggunakan internet atau e-learning, dan lain sebagainya. Meskipun pemerintah memberikan anggaran kuota jaringan internet gratis untuk setiap siswa, namun masalah lain seperti jaringan dan ketersedian perangkat menjadi masalah kembali. 

(4) Teori Pembelajaran Menurut Para Ahli

Teori belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat tata cara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa, perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas.
  • Teori Behavioristik
    Teori Behavioristik merupakan teori dengan pandangan tetang belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Penerapan dari teori pembelajaran ini bisa dilakukan dengan menggunakan sistem point yang menandakan keselalahan siswa ketika melanggar aturan dikelas, seperti tidak boleh makan dan minum dikelas.
  • Teori Humanistik
    Teori humanistik adalah teori belajar yang memanusiakan manusia. Pembelajaran dipusatkan pada pribadi seseorang. Teori ini tidak lepas dari pendidikan yang berfokus pada bagaimana menghasilkan sesuatu yang efektif, bagaimana belajar yang bisa meningkatkan kreativitas dan memanfaatkan potensi yang ada pada seseorang. Teori humanistik ini muncul sebagai perlawanan terhadap teori belajar sebelumnya, yaitu Teori Behaviouristik, yang dianggap terlalu kaku, pasif, bahkan penurut ketika menggambarkan manusia. Berdasarkan teori maslow teori humanistik cenderung lebih mengedepankan motivasi untuk mengembangkan potensi ssiwa. Contoh penerapan teori humanistik seperti melibatkan siswa untuk ikut berperan aktif dalam pembelajaran.

(5) prinsip belajar dan pembelajaran

    Dalam dunia pendidikan haruslah mempunyai prinsip belajar dan pembelajaran untuk dijadikan landasan pikiran, landasan berpijak dengan harapan tujuan pembelajaran tercapai dan tumbuhnya proses pembelajaran yang dinamis dan terarah. Untuk seorang pengajar prinsip pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas mengajarnya, begitu juga untuk siswa dalam meningkatkan belajarnya.
Prinsip pembelajaran yang diterapkan para ahli cukup beragam, diantanranya:
  1. M. Sobry Sutikno
    • Belajar perlu memiliki pengalaman dasar
    • belajar harus bertujuan yang jelas dan terarah
    • belajar memerlukan situasi yang problematis
    • belajar harus memiliki tekad dan kemauan yang keras dan tidak mudah putus asa
    • belajar memerlukan bimbingan, arahan, serta dorongan (peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing)
    • belajar memerlukan latihan (untuk meperkuat pengetahuan dan keterampilan ilmu yang sudah dipejari)
    • belajar memerlukan metode yang tepat (cara menyampaikan pembelajaran haruslah menggunakan cara yang dapat dipahami dengan baik oleh siswa)
    • belajar membutuhkan waktu dan tempat yang tepat (waktu yang khusus untuk belajar dan suasana yang mendukung untuk proses belajar)
  2. Atwi Suparman
    • Respons-respons baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respons yang terjadi sebelumnya. 
    • Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respons, tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda di lingkungan peserta didik. 
    • Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan ' hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 
    • Belajar yang berbentuk respons terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 
    • Respons-respons baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respons yang terjadi sebelumnya. 
    • Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respons, tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda di lingkungan peserta didik. 
    • Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan ' hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 
    • Belajar yang berbentuk respons terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula
    • Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. 
    • Situasi mental peserta didik untuk menghadapi pelajaran akan memengaruhi perhatian dan ketekunan peserta didik selama proses peserta didik belajar. 
    • Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah, akan membantu peserta didik.
    • Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. 
    • Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. 
    • Belajar akan lebih cepat, efisien, dan menyenangkan bila peserta didik diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya
    • Perkembangan dan kecepatan belajar peserta didik sangat bervariasi, ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat.
    • Dengan persiapan, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respons yang benar.
  3. Rothwell A. B
    • Prinsip kesiapan (Proses belajar dipengaruhi kesiapan siswa. Yang dimaksud dengan kesiapan siswa ialah kondisi yang memungkinkan ia dapat belajar)
    • Prinsip Motivasi
    • Prinsip Persepsi (Persepsi adalah interpretasi tentang situasi yang hidup. Setiap individu melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain. Persepsi ini memengaruhi perilaku individu.)
    • Prinsip Tujuan
    • Prinsip perbedaan individual
    • Prinsip transfer dan retensi
    • Prinsip belajar kognitif
    • Prinsip belajar afektif
    • Prinsip belajar evaluasi
    • Prinsip belajar psikomotorik
Identitas Penulis;
Nama    : Gyats Syaepul Azhar
NIM       : 20832013
Matkul   : Belajar Dan Pembelajaran
Dosen   : Aceng Ahmad Rodian Susila, M.Pd

Gyts
Gyts "Kalo kamu bisa, kenapa harus Saya?"

Post a Comment for "Hakikat Belajar dan Pembelajaran II"