Hakikat Belajar dan Pembelajaran

Neicytekno    –    Belajar adalah perubahan dalam prilaku atau potensi prilaku sebagai hasil dari mendapatkannya pengalaman atau latihan yang diperkuat. Sehingga tanda bahwa sesorang dapat dikatakan sudah belajar ketika dia dapat menjukuan prilaku atau respon terhadap pristiwa atau kejadian tertentu. Dalam implementasinya, belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar. Sedangkan Pembelajaran adalah cara atau proses atau perbuatan yang menjadikan orang atau mahluk hidup lainnya belajar.

Hakikat Belajar & Pembelajaran
Hakikat Belajar & Pembelajaran

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS)
    Belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan: (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan; dan (2) proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai (Gagne (1970) dalam Sagala 2013: 17)

Hubungan Antara Fase Belajar dan Acara Pembelajaran

Tiga aspek pemberian belajar akan menentukan kepada fase-fase belajar dan acara pembelajarannya. Berikut ini:

Pemberian Aspek Belajar

Fase Belajar

Acara Pembelajaran

Persiapan untuk belajar

  • Mengarahkan perhatian
  • Ekspektansi
  • Retrival (informasi
    dan keterampilan yang relevan untuk memori kerja)

Menarik perhatian siswa dengan kejadian yang
tidak sepertu biasanya, pertanyaan atau perubahan stimulus.

Meritahu siswa mengenai tujuan belajar.

Merangsang siswa agar mengingat Kembali hasil
belajar (apa yang telah dipelajari)sebelumnya

 Pemrolehan dan unjuk perbuatan

  • Persepsi selektifitas sifat stimulus
  • sandi simantik
  • retrival dan respon
  • penguatan 

 menyiapkan stimusl yang jelas sifatnya.

memberikan bimbingan belajar.

memunculkan perbuatan siswa

memberikan balikan informatif

 Retrival dan alih belajar

  • Pengisyaratan
  • Pemberlakuan secara umum 

 Menilai perbuatan siswa.

Meningkatkan retensi dan alih belajar

 Adaptasi dari Bell Gredler, 1991:210, dan Gagne, Briggs Wager, 1998:182 dalam Dimyati dan Madjiono (1996:13) dalam Sagala 2013:19.

Tipe Belajar

Robert M. Gagne dalam Sagala 2013: mengemukakan delapan
tipe belajar yang membentuk suatu hierarki dari paling sederhana sampai paling
kompleks yakni:

  1. Belajar tanda-tanda (Signal Learning);
  2. Belajar hubungan stimulus-respons (Stimulus
    Response-Learning);
  3. Belajar menguasai rantai atau rangkaian hal (Chaining
    Learning)
    ;
  4. Belajar hubungan verbal atau asosiasi verbal (Verbal
    Association)
    ;
  5. Belajar membedakan atau diskriminasi (Discrimination
    Learning)
    ;
  6. Belajar konsep-konsep (Concept Learning);
  7. Belajar aturan atau hukum-hukum (Rule Learning);
  8. Belajar memecahkan masalah (Problem Solving).

Ciri-ciri Umum Pendidikan,
Belajar, dan Perkembangan

Ciri
khas belajar adalah perubahan, yaitu belajar menghasilkan perubahan perilaku
dalam diri peserta didik. Belajar menghasilkan perubahan perilaku yang secara
relatif tetap dalam berpikir, merasa, dan melakukan pada diri peserta didik.
Perubahan tersebut terjadi sebagai hasil latihan, pengalaman, dan pengembangan
yang hasilnya tidak dapat diamati secara langsung

Adaptasi dari Monks, Knokers, Siti Rahayu (1989), Bigs dan Telfer (1987), dan Winked (1991) dalam Dimyati dan Mudjiono (1999:8) dalam Sagala 2013:52.
Adaptasi dari Monks, Knokers, Siti Rahayu (1989), Bigs dan Telfer (1987), dan Winked (1991) dalam Dimyati dan Mudjiono (1999:8) dalam Sagala 2013:52.


Prinsip-Prinsip Belajar

  1. Subsumption, yaitu proses
    penggabungan ide atau pengalaman baru terhadap pola ide-ide yang telah lalu
    yang telah dimiliki;
  2. Organizer, yaitu ide baru yang
    telah dicoba digabungkan dengan pola ide-ide lama di atas, dicoba
    diintegrasikan sehingga menjadi suatu kesatuan pengalaman. Dengan prinsip ini
    dimaksudkan agar pengalaman yang diperoleh itu bukan sederetan pengalaman yang
    satu dengan yang lainnya terlepas dan hilang kembali;
  3. Progressive differentiation,
    yaitu bahwa dalam belajar suatu keseluruhan secara umum harus terlebih dahulu
    muncul sebelum sampai kepada suatu bagian yang lebih spesifik;
  4. Concolidation, yaitu sesuatu pelajaran
    harus terlebih dahulu dikuasai sebelum sampai ke pelajaran berikutnya, jika
    pelajaran tersebut menjadi dasar atau prasyarat untuk pelajaran berikutnya;
  5. Integrative reconciliation,
    yaitu ide atau pelajaran baru yang dipelajari itu harus dihubungkan dengan
    ide-ide atau pelajaran yang telah dipelajari terdahulu. Prinsip ini hampir sama
    dengan prinsip sumsumption, hanya dalam prinsip integrative reconciliation
    menyangkut pelajaran yang lebih luas, umpamanya antara unit pelajaran yang satu
    dengan yang lainnya.

Tujuan Belajar

  1. Belajar bertujuan
    mengadakan perubahan di dalam diri antara lain tingkah laku
  2. Belajar bertujuan mengubah kebiasaan, dari yang buruk
    menjadi baik.
  3. Belajar bertujuan untuk mengubah sikap dari negatif menjadi
    positif,
    tidak hormat menjadi hormat, benci menjadi
    sayang, dan sebagainya.
    Misalnya
    seorang remaja yang tadinya selalu bersikap menentang orang
    tuanya dapat diubah menjadi lebih hormat dan
    patuh pada orangtua.
  4. Belajar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan atau
    kecakapan.
    Misalnya dalam hal olahraga,
    kesenian, jasa, tehnik, pertanian,
    perikanan,
    pelayaran, dan sebagainya. Seorang yang terampil main bulu
    tangkis, bola, tinju, maupun cabang olahraga
    lainnya sebagian besar
    ditentukan
    oleh ketekunan belajar dan latihan yang sungguh-sungguh.
    Demikian pula halnya dengan keterampilan
    bermain gitar, piano,
    menari,
    melukis, bertukang, membuat barang-barang kerajinan, semua
    perlu usaha dengan belajar yang serius, rajin
    dan tekun.
  5. Belajar bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam berbagai
    bidang
    ilmu. Misalnya seorang anak yang awalnya tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung, menjadi bisa karena
    belajar

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar dibagi menjadi dua bagian yaitu:
    1. faktor internal
        Pada faktor internal terdapat dua katagori yang dapat mempengaruhi proses belajar yaitu faktor Fisiologis yang berhubungan dengan keaadan kondisi kesahatan jasmani dan kesehatan fungsi dari panca indra saat belajar. Sedangkan faktor Psioligis berhubungan dengan kecerdasan, motivasi, sikap,minat dan bakat seseorang dalam belajar.

    2. faktor external

    Faktor external juga dibagi menjadi dua katagori yaitu faktor lingkungan sosial dan lingkungan non sosial. Faktor Lingkungan sosial seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat akan memmpengaruhi terhadap proses belajar. Sedangkan pada lingkunan Non-Sosial seperti lingkungan alamiah yang sejuk dan tenang, kemudian faktor instrumental seperti kurikulum sekolah, dan faktor materi pelalajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.


Pembelajaran

Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan belajar dan
mengajar, dimana pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa
yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa
sebagai sarana pembelajaran. Dalam proses pembelajaran akan mencakup berbagai
komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan pasilitas pembelajaran.

Sedangkan menurut Undang-undang system pendidikan Nasional
Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan  pembelajaran adalah tujuan pembelajaran
merupakan suatu target yang ingin dicapai, oleh kegiatan pembelajaran.

  • Untuk mendapatkan pengetahuan
  • Untuk menananmkan konsep dan pengetahuan
  • Untuk membentuk sikap atau kepribadian

Komponen – komponen dalam Pembelajaran

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Guru
  3. Peserta didik/Siswa
  4. Bahan/Materi Pelajaran
  5. Metode Pembelajaran
  6. Media Pembelajaran
  7. Evaluasi

Peran Guru dalam Kegiatan
Pembelajaran

Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam
implementasi suatu strategi pembelajaran. Tanpa guru sabagus apapun strategi
atau seideal apapu strategi, ini tidak akan terwujud tanpa adanya guru yang
berperan didalamnya.

Peran dan fungsi guru adalah Sebagai
pendidik dan pengajar, sebagai anggota masyarakat, sebagai pemimpin, sebagai
administrator, dan sebagai pengelola pembelajaran – 
Ahmad (2016, h. 33) 

Identitas Penulis:

Identitas Penulis;
Nama    : Gyats Syaepul Azhar
NIM       : 20832013
Matkul   : Belajar Dan Pembelajaran
Dosen   : Aceng Ahmad Rodian Susila, M.Pd

Baca Juga : Daftar Fungsi Excel Untuk Persiapan kerja

Tinggalkan komentar

x